4. PELAYARAN = Ingatkan aku pulang.
9 February 2025
Berlayar sendirian ditengah lautan, mengayuh kapal dengan tangan kecil yang sedikit lagi kasar, beberapa kali terluka karna mencoba bertahan ditengah badai, tapi terima kasih, tuhan! Masih kau beri sembuh walau masih ada luka membekas.
Semakin lama, semakin jauh.
Semakin jauh, semakin lambat.
Semakin lambat, semakin nyaman.
Itulah pelayaran, walau kadang aku memaki akan rasa frustasi. Tapi, apa yang membuat ku kesal? Kekesalan ditinggal sendiri? Dibiarkan berlayar sendiri? Tapi kini kau menyukainya kan?
Sendiri tidak selalu menyedihkan ternyata, hanya ada aku atas kehendak diriku, hanya aku yang menjadi peta arah ku, ada aku yang penuh percaya padaku kemana arah pelayaran yang ku ambil.
Pelayaran ini akan berganti kisah, sudah lupakan saja kemarahan ku sebelumnya. Sekarang aku tak apa, walau sekarang muncul masalah baru, semakin jauh aku, semakin buram mata ku melihat arah pulang.
Meskipun cerita ini adalah cerita dimana aku mencari "Rumah dan pulang" tetap saja, aku ingin kembali ke titik nol aku berlayar. Hanya sesekali, apakah semuanya baik baik saja.
Tuntun aku tuhan, jangan lepas kan aku dari kuasa mu. Biarkan aku mengarungi luasnya samudra dengan makanan yang banyak, tubuh yang kuat, serta sedikit hiburan ditengah perjalanan menemukan rumah yang sedang kau bangun kan untuk tempatku pulang?
Aku ingin pulang tuhan, walau sesekali.
Aku ingin pulang tuhan, ingatkan aku.
Aku ingin pulang tuhan, kearah mana saja pun itu.
Komentar
Posting Komentar