2. PELAYARAN : bayangan itu, menyilaukan.
20 juni 2024 Aku masih berlayar, juga masih sendirian. Tuan bajak laut yang aku ceritakan itu, sudah tidak pernah lagi menghiburku, menyelamatkan ku. Tapi, aku masih terus mengarahkan kapal ku kearah cahaya itu. Mengayuh sekuat mungkin, secepat mungkin. Keringat ku menambah asin lautan. Semakin dekat aku berlayar, semakin gemerlap pula cahaya itu. "Apa itu?" Cahaya yang ada didepan ku, memberikan bias terhadap tubuh ku. Aku mulai menggerak kan tangan ku. Dan ada tangan lain yang mengikuti ku. Biar kan aku menceritakan yang sejujur nya. Sebenarnya, jemari ku yang kecil ini, yang ku pakai untuk belayar ini. Sebelum nya, pernah digenggam dengan erat. Diajak nya jemari ku membentuk ular, membentuk kelinci, membentuk buaya. Oh, tuhan. Aku sangat menyayangi orang itu. Kau ingat, tuhan? Saat aku berlarian, mencari nya pada hutan yang tidak aku tau ujung nya dimana. Memegang satu harapan pasti, bertemu dengan nya. Sejak kapan aku membencinya? Aku ingat! sejak dia meninggal kan...