2. PELAYARAN : bayangan itu, menyilaukan.
20 juni 2024
Aku masih berlayar, juga masih sendirian. Tuan bajak laut yang aku ceritakan itu, sudah tidak pernah lagi menghiburku, menyelamatkan ku.
Tapi, aku masih terus mengarahkan kapal ku kearah cahaya itu. Mengayuh sekuat mungkin, secepat mungkin. Keringat ku menambah asin lautan.
Semakin dekat aku berlayar, semakin gemerlap pula cahaya itu. "Apa itu?"
Cahaya yang ada didepan ku, memberikan bias terhadap tubuh ku. Aku mulai menggerak kan tangan ku. Dan ada tangan lain yang mengikuti ku.
Biar kan aku menceritakan yang sejujur nya.
Sebenarnya, jemari ku yang kecil ini, yang ku pakai untuk belayar ini. Sebelum nya, pernah digenggam dengan erat. Diajak nya jemari ku membentuk ular, membentuk kelinci, membentuk buaya.
Oh, tuhan. Aku sangat menyayangi orang itu. Kau ingat, tuhan?
Saat aku berlarian, mencari nya pada hutan yang tidak aku tau ujung nya dimana. Memegang satu harapan pasti, bertemu dengan nya.
Sejak kapan aku membencinya?
Aku ingat! sejak dia meninggal kan ku dikapal ini. Dia membiarkan aku sendirian disini. Oh, tuhan. Aku sangat membenci dia karena melakukan hal itu.
Ketahui lah, yah.
Aku masih sama dengan putri kecil mu. Aku tidak pernah dewasa sejak saat itu. Tapi kau meninggalkanku ku.
Yang ingin sangat aku tinggalkan itu adalah kau. Yang membuat ku sakit bernafas itu adalah kau.
Ketahui lah, yah.
Aku tau kau masih sama menyayangiku. Tapi kenapa, aku tidak percaya itu, hatiku tidak tersentuh.
Aku akan pergi, yah. Aku berjanji akan kembali.
Bayangan itu, akan aku bawa menemani ku. Kini aku tidak sendiri. Bayangan yang dulu kita bentuk sesuka hati, sudah saat nya menjadi aku, menemaniku.
Aku pergi, yah. Aku berjanji aku kembali.
Nala, ombak, lautan.
Komentar
Posting Komentar